kon. si. sten. si (mari menulis, sampai selesai)

The Words That Remain
 

[500 words]

Setiap orang bisa memulai sesuatu hal dengan baik, namun siapa yang sanggup mengakhirinya dengan baik?

Saya punya banyak ide. Banyak. Ide tulisan, misalnya. Banyak banget. Saya saat ini lagi di Keisei Line (kereta Jepang) di Tokyo menuju Narita Airport dan merasa banyak hal yang saya pelajari di Jepang. Banyak hasil pemikiran dari perenungan saya jalan-jalan sendirian 2 minggu di jepang (1 dec-14 dec 2013). Tapi ide aja tuh. Harusnya dituliskan yah?

Ada yang bilang kalau orang besar (yang adalah orang sukses (yang gampangnya orang terkenal deh) di dunia) itu pasti punya jurnal, punya catatan harian, atau bahasa cute nya punya Diary, beda tipis sama diare.

Sempat melihat sebuah karya tulisan. Bahasanya bagus, hmmmmmm oke jujur aja deh ya: biasa deh isinya. Tapi kok banyak yah yang baca? Banyak yang mendapat manfaat dan oke bahasanya keren nih: banyak yg mendapat dampak dan pengaruh dari tulisan atau sebenarnya pemikiran dari orang ini. Gua gak bilang kalo gua punya pemikiran atau ide tulisan yang lebih bagus atau lebih keren atau lebih mulia (yah udah gua bilang haha) tapi gemes banget ngeliatnya, ini tulisan beneran berpengaruh.

Berterima kasih untuk para penulis yang sungguh menginspirasi saya. Okelah emang mungkin gua ini banyak omong, banyak bacot, atau gua lebih suka istilahnya: bacrit (banyak cerita). Kalau di-zoom lebih dekat, berakar dari kenyataan bahwa gua ini bankir (banyak mikir). Terlalu banyak singkatan jadi inget boker (botany town square) okay forget it.

Mengaku kalah, ternyata benar saya ini tidak konsisten. Ini kelemahan besar dan harus diperbaiki. Istilah “gak ada waktu” cuma omong kosong yang keluar dari mulut manusia permisi (tukang excuse).

Gosh. I love writing yet have to be consistent to write. Forget the grammar forget the rules, don’t delete mistype words keep on typing keep on writing and yes keep it on. My perfectionist produce nothing, nothing, nothing. Evaluate later. Finish it, finish it, finish it. Don’t lose your time. Don’t lose your time. Don’t lose your time. Yes.

Pengennya bikin sesuatu yang bagus, semua orang demikian. Mulai dengan sempurna, sesuatu yang brilian dahsyat. Btw bahasa Jepangnya worderful atau great itu Shibarashi (biarin aja kl salah haha). Tapi di tengah jalan berhenti, bisa karena merasa ini biasa banget, merasa ga ada gairah, merasa harus perbaiki ini itu (perfeksionis) btw lagi provinsi di Jepang namanya Prefecture. Terlalu ideal menghasilkan suatu produk yang tidak ada di alam semesta (baca: ga jadi-jadi)

Bingung sebenernya pengen nulis tentang “konsisten” dalam melakukan pekerjaan atau menulis tentang “menulis” yah. Errr I really want to scroll up and delete some words and revise some and some and some and some and of course if I do it this post would never exist.

Tulisan itu tidak begitu luar biasa. Bersifat deskriptif, tidak mengikuti EYD, strukturnya kurang oke, font-nya besar jadinya bukunya tebal, kertasnya juga biasa aja jadinya berat. Bercerita tentang perjalanan, pengalaman, dan beberapa pemikiran sang penulis. Sukses berat, tulisan diterbitkan jadi buku dan katanya (sih) laku, sampai saya beli tuh. Wow I just got new simple idea to write on. Continue. Mungkin banyak faktor yang bikin penulis itu berhasil, yang pasti dia berhasil membuat itu yang ada di pikiran jadi tulisan, dia sudah berhasil menulis. Itu yang paling utama, terlepas dari faktor koneksi, marketing, trending, publishing company, dll. Bagus atau ndak isinya ntar dulu yang penting jadi dulu aja trus (pasti deh) ada revisi demi revisi.

Ternyata (loh) tulisan saya ini menyampaikan dua pesan sekaligus, untuk konsisten di suatu pekerjaan dan menulis.

Oh iya, penulis tersebut berhasil salah satunya karena KONSISTEN []

Iklan

5 pemikiran pada “kon. si. sten. si (mari menulis, sampai selesai)

  1. Ping-balik: 10 kelebihan orang Indonesia daripada orang Jepang | KATA NYA

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s