Puisi: Tulisan itu tajam

Untitled
Tajam.
Merobek sampai dalam.
Kupikir itu pisau biasa,
ternyata pedang bermata dua.

Perih.
Sempat ingin cepat pergi.Tapi aku diam saja.
Tahu ada intervensi, dari Sang Raja.

Gatal.
Memang tidak sesyahdu malam natal.
Pemurnian yang dimulai dari hati.
Kirbat baru menolak tuk diganti.

Tahan.
Berlari meringis mengejar tujuan.
Ego ambisi jadi tinggal reruntuhan.
Di atas batu penjuru pun tercipta keputusan.

[] 30januari14

Iklan

Satu pemikiran pada “Puisi: Tulisan itu tajam

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s