WAJIB baca sebelum Anda mengeluh!

Sincere smile.

Saya mohon jangan dulu mengeluh sebelum baca ini.

*

Detik ini saya punya masalah. Anda pun pasti juga demikian. Detik ini setelah detik sebelumnya berlalu seiring mata Anda membaca dan menjelajahi tulisan-tulisan ini, masalah itu bisa saja berkembang biak menjadi lebih parah atau mungkin juga menjadi lebih baik. Ketika pikiran mulai semakin penuh disesaki dengan permasalahan, persoalan, atau pergumulan, kita sebagai manusia akan mengalami perubahan yang tidak dapat dihindarkan secara psikologis dan fisiologis.

Tertekan atau bahasa kerennya stres. Semakin dipikirin itu masalah makin stres lah. Makin dikunyah-kunyah, diulang-ulang di pikiran, diingat-ingat itu masalah makin stres deh. Versi ekstrimnya bisa disebut depresi kalau versi lebih ekstrimnya yang kadang dibuat bercandaan: gila atau sakit jiwa.

Lo ga tau sih masalah gua

//Iya gua ga tau, mungkin gua mau tau, tapi mungkin nanti. Lihat nanti yahhh.

Lo ga tau sih seberapa berat ini masalah gua

//Oh gitu yah? Coba sini gua timbang!

Ya lo sih ga pernah ngalamin, makannya lo ga bisa MengerTea!

//Eh sori maksudnya mengerti (mengerTea adalah suatu merek Milk Green Tea yang enak banget hehe 😛 kl ga enak uang kembali dehhhh)

Aduh, kacau parah banget, masak tuh gua sial banget, sedih banget. Kayak Tuhan ga adil tau gak sih?”

//yang gua tau sih lo lagi stress terus kebanyakan ngeluh, nah kalau Tuhan gak adil, terus yang adil kayak siapa? Kayak lo? Terus gua harus nyembah lo gitu?

**

Jadi di siang hari itu gua lagi stress.  Otak penuh dengan masalah yang pernah terjadi kemaren-kemaren. Hebohnya, kehadiran mentalitas yang lembek menambahkan bumbu pada rasa tertekan saya, yang kira-kira berbunyi seperti ini:

“KOK GA ADA YANG PEDULI SAMA GUA?”

“LO GA TAU MASALAH GUA?”

“KOK LO GA MAU TAU MASALAH GUA?”

“KOK LO GA MAU CARI TAU MASALAH GUA?”

“YA TANYA KEK GUA LAGI ADA MASALAH APA GITU LOH!!”

“LO SIH ENAK HIDUP LANCAR-LANCAR AJA, LAH GUA? DASAR LO SEMUA EGOIS!! CUMA MIKIRIN DIRI SENDIRI!” (huruf kapital, sengaja)

***

Lalu saya dan beberapa teman dekat ada ngumpul-ngumpul gitu ya sekedar cerita-cerita kehidupan masing-masing, saling berbagi satu sama lain beban dan berkat yang dipunya, bergantian. Lalu ada rekan saya nyuruh kami semua untuk mengeluarkan selembar kertas. Ih berani-beraninya dia nyuruh-nyuruh? KETERLALUAAAN!

Haha apaansih ga jelas. Terus dia minta kami semua disitu untuk menuliskan berkat atau kebaikan Tuhan atau kemurahan Tuhan atau kalau lo ga kenal Tuhan yaaaa hal yang baik-baik lah. Diminta untuk menuliskan itu selama 5 menitan.

Karena di pikiran penuh dengan masalah tapi disuruh untuk mengingat kebaikan Tuhan, jadinya selama beberapa mikrosekon saya memberontak. Seriusan loh. Otak ini mencoba mengingat-ingat, berusaha keras menyingkirkan si masalah dan keluarganya yang mendominasi Trending Topic di Timeline otak gua.

Lalu gua mulai menemukan satu hal yang baik. Lalu perlahan sembari menulis tanpa disadari senyum di bibir gua mulai mengembang. Senyuman yang banyak orang suka itu kembali ke lokasinya semula. Senyum yang banyak orang rindukan. Memori mengenai hal yang baik mulai mengalir deras, pikiran ini segar kembali. Tangan saya yang kekar ini ternyata tanpa disadari mulai menuliskan hal-hal baik yang Tuhan berikan. Sulit berhenti. Waktu yang dia berikan untuk kami menulis sudah habis, tapi saya tetap menulis.

Saya menemukan diri saya lebih berbahagia, bersukacita, karena satu hal kecil:

saya bersyukur

***

Dulu saya pernah nulis tentang apa yang dia suruh itu, ada di blog lama gua di SINI. Terinspirasi oleh buku berjudul “Berpikir Positif” ditulis oleh Norman Vincent Peale yang banyak berdasarkan kebenaran Alkitab.

Gua udah pernah tahu tentang itu tapi emang

perlu kerendahan hati seorang manusia untuk diajar, dinasihati, untuk diingatkan.

Sama kayak kalau lo punya pikiran kayak begini:

Yaelah tulisan ini intinya tentang bersyukur kan? Yaelah gua udah tau itu kali! Yaelah basi banget broo, basi basi basi, HAHAHA, gua kan keren, gua gitu lohhh!

Sama kok gua orangnya rada sombong susah dikasih tau, tapi pas kita mau belajar merendahkan hati, wuih lihat karaktermu dibentuk!

****

Ya bener banget. Intinya adalah mengalihkan fokus kita. Kalau fokus kita terus menerus ke masalah ya makin stres dong? Perlu berhenti sejenak, ambil nafas, lalu SNAP! (Jentikkan jarimu supaya keinget dan agak rame) segera ganti pola pikir dan cobalah untuk bersyukur. Demi apapun masalah yang lo rasa berat banget itu pasti ada orang yang ngalamin lebih berat deh.

Coba fokus fokus fokus fokus kepada hal baik yang Tuhan berikan ke kamu secara cuma-cuma. Cuma-cuma alias gratis.

Gak adil? Kalau kamu bisa membaca tulisan ini melalui internet di laptop/PC/Mac berarti Anda lebih beruntung daripada mereka yang makan aja susah. Apalagi kalau kamu buka ini pake smartphone, apalagi kalo pake tablet. Lucu banget ngeliat orang mengeluh berkekurangan tapi lagi ngebaca ini pake iPad trus iPhone-nya bunyi ada telpon masuk sehingga dia harus mencabut headset Beats-nya lalu mem-pause lagu yang diputar di iPod videonya, lalu berkata di telpon: “njir, kok hidup gue sial banget nyeddd!

Bahkan di detik ini ada orang yang terbaring di kasur rumah sakit yang merasakan sakit tiada tara yang berjuang setengah mati hanya untuk satu tarikan nafas. Jempol kamu waktu nge-scroll ini ke bawah masih utuh? Malah mungkin dicat cantik sekali seharga upah harian kuli bangunan.

Bersyukur bersyukur bersyukur bersyukur, mari bersyukur. Mudah banget kita mengeluhkan mengenai segala sesuatu, mulai hal sepele hingga hal yang sok mendunia. Mulai dari udara panas siang bolong hingga pemanasan global ozon bolong.

Kalau konteksnya kita mau membahas kemajuan terus-menerus atau jangan cepat berpuas diri meraih sesuatu itu hal lain setelah ucapan syukur.

Sebelum itu, sebelum aku stress, sebelum aku melihat solusi, sebelum ada peningkatan, sebelum ada pertengkaran, dan sebelum kita mengeluh, mari bersyukur 🙂

Tuhan memberkati ya^^

 

14maret2014
[] SHS

//Apakah Anda punya pengalaman menarik mengenai mengeluh? Apakah Anda ingin berbagi keluhan atau bahkan ucapan syukur? Mari bagikan opini Anda dengan menuliskan komentar di bawah 🙂

 

(coba mampir juga ke

Iklan

8 pemikiran pada “WAJIB baca sebelum Anda mengeluh!

  1. Ping-balik: Hey, STOP, where are you going?! | KATA NYA

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s