PUISI: bertopang dagu, aku pun melaju

Untitled

Bertopang dagu
Bergerak malu
Ingin melaju
Tapi membeku

Diam saja tak bergeming
Tenang saja tak bergoyang
Jantung terus berdegup
Waktu terus berjalan

Mencipta rencana megah
Dengan rancangan gagah
Aneh, terus terus ditunda
Ujungnya hanya gagal

Akhirnya hanya menyesal

Menyisir penilaian pahit
Yang katanya jujur
Menyusuri perjuangan keras
Yang katanya seru

Menengok ke belakang
Mencoba berpisah dengan trauma
Melotot ke depan
Berkenalan dengan panggilan

Menimbang-nimbang manfaat
Mengukur-ukur keberhasilan
Membanding-banding nikmat
Membanting-banting proses

*

Bila komitmen adalah kunci
Lalu seperti apa pintunya?

Bila eksekusi adalah resep
Lalu seperti apa masakannya?

Bila motivasi memang penting
Mengapa tidak ada eksekusi?

Bila kualitas di atas kuantitas
Mengapa tidak ada satu
yang sungguh berkualitas?

**
Menggores-gores diagram
Menggaris-garis hubungan
Mengkotak-kotak keinginan
Menghapus-hapus impian

Standar nilai yang tinggi
~Bila dinilai
Komitmen yang rusak
~Bila sekali kompromi

Berharap-harap mukjizat
Menanti-nanti peluang
Menunggu-nunggu momentum
Untuk bergerak dan berbuah

Berjuta alasan tercipta
Untuk sebuah kompromi
Standar tinggi pun sirna
Lupakan saja soal disiplin diri

***

Bagaimana kalau diam saja dan merenung
Sekali lagi
Bagaimana kalau diam saja dan berpikir
Sekali lagi

Bagaimana kalau diam saja dan bertanya
Sekali lagi
Bagaimana kalau diam saja dan menguji
Sekali lagi

Bagaimana kalau diam saja dan berkaca
Sekali lagi
Bagaimana kalau diam saja dan
terus diam saja
Sekali lagi

Ya, sekali lagi

**

Apabila tebing hanyalah perjalanan,
Seperti apa puncaknya?

Apabila lembah hanyalah selingan,
Seperti apa intinya?

Apabila gesekan untuk menghaluskan,
Seperti apa hasilnya?

Apabila hidup untuk panggilan,
Seperti apa hadiahnya?

*

Muak dengan segudang alasan

Muntahkan gejala wacana

*

Ketakutan adalah kebohongan
Ketidakmampuan hanyalah pola pikir

Kesulitan hanyalah kondisi
Trauma hanyalah memori

Risiko hanyalah tantangan
Kenyamanan adalah tipuan

Keamanan bukanlah tujuan
Perkembangan adalah efek samping

Dukungan tidaklah penting
Kritikan janganlah dipersoalkan

Waktu hanya indikator
Penghargaan cuma bonus semata

Halo?
Kemenangan sudahlah di tangan

*

Lantas, apakah lagi yang jadi alasan?
Untuk dirimu, terus berpikir dan
Merenung dan menguji dan
Lain-lain

Ketimbang,
Bergerak.
Lalu,

MELAJU*?

*melaju kencang adalah fitur tambahan

[] SHS

Iklan

10 pemikiran pada “PUISI: bertopang dagu, aku pun melaju

  1. Ping-balik: PUISI: bertopang dagu, aku pun melaju | (( Cookie of Hope ))

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s