Ternyata dia hamil

Tulisan ini adalah sebuah pengakuan jujur mengenai kesalahan saya di masa lalu. Saya percaya bahwa keterbukaan adalah awal dari pemulihan dan selalu ada pengampunan dari Tuhan untuk setiap kesalahan. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tolong jangan menghakimi hingga Anda baca tulisan ini sampai habis. Terima kasih.

*

 

“haaaaaah”, ucapku lega sembari membaringkan tubuh.

 

Aku bersandar sejenak dan tidak lama kemudian aku pun tertidur pulas, sangat sangat pulas.  Tubuh yang lelah dan beratnya beban pikiran menarik aku ke fase tidur yang sangat dalam.  Hingga saat itu aku terbangun karena senggolan lembut di bahu. Aku sempat agak kaget ketika dia membangunkanku dan berkata dengan tegas,

“Mas, saya hamil.”

 

**

 

Sungguh, hari-hari yang melelahkan. Cukup lelah bagiku yang baru diterima kerja di suatu perusahaan investasi. Ya karena aku masih training aku bekerja agak lebih keras berharap bisa memberikan hasil lebih yang memuaskan dan cepat menyelesaikan program. Ah anak sok ambisius berusaha mendapat penilaian bagus. Ah iya, ditambah lagi karena jarak rumah dengan kantor yang lumayan jauh, kurang lebih 4 jam perjalanan pulang pergi menggunakan transportasi umum.

 

Malam itu pk 20.00 aku berjalan lunglai sepulang dari kantorku di kawasan Sudirman. Cahaya  terang dari lampu gedung-gedung tinggi dan ratusan mobil yang merayap membuat mataku ingin segera terpejam. Ah, Ibukota sungguh kejam!

 

Pulang. Pulang. Pulang. Tiga hal yang aku inginkan saat itu. Tiga hal yang dapat dirangkum dengan sebuah kata yaitu: tidur.

Ya, sejujurnya aku menginginkan hadirat Tuhan dimana aku merasa damai sejahtera dan sukacita, well, Oh TUHAN tolong aku yang cuma mau tidur!

 

***

 

Aku yang sedang tertidur sangat pulas, mencoba membuka mata coba menengok ke arah wanita yang menepuk aku. Ah aku tak mampu mencerna apa yang dia bilang, lagipula siapakah wanita ini? Tampaknya aku terlalu lelah, memori di kepala ini seperti tidak bisa diakses.

 

Pikiranku berkecamuk. “Ah, apa tadi yang dia bilang? Ah, hey, kamu siapa ya?” Aku masih berusaha untuk sadar, aku mencoba menegakkan kepala, dia masih berdiri tegap di hadapanku, ah kepala ini berat sekali rasanya untuk diangkat.

Aku melihat wajahnya, aku bisa merasakan raut wajah yang sangat serius, matanya menatap dengan sangat tajam ke arahku. Kali ini aku mulai dapat melihat dengan lebih jelas, sedikit lebih jelas, tapi aku masih belum bisa mengingat siapa gerangan wanita ini dan, eh, kalimat yang dia ucapkan sebelumnya. Yang kuingat ucapannya tegas bernada agak tinggi.

“Mas, saya hamil.”

 

Okay, saya bisa mendengar dengan jelas: dia hamil.

.

.

.

Wow.

.

Hmm.

.

Okay.

.

.

 

 

Saya sebagai pria sejati haruslah bertanggung jawab.

 

Saya bangkit berdiri dengan sigap. Saya melihat sekeliling ruangan.

Saya harus melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan seorang Pria.

 

 

Saya mengaku salah dan meminta maaf.

Ya, sudah seharusnya kita memprioritaskan Ibu hamil untuk duduk di kereta.

 

 

Selamat hari Ibu!

[shs] 22 des 2014

*

(Baca juga cerita Kelebihan orang Indonesia dari orang Jepang dan NIKAH YUK?)

Iklan

3 pemikiran pada “Ternyata dia hamil

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s