Tahun Baru: Resolusi sudah basi! Yang satu ini jauh lebih berarti

The light in the darkness

Hey modern & educated people, you’re better than making a meaningless resolution, here’s a better alternative for a more meaningful year and life..

 

Anda dan saya sepakat kalo resolusi awal tahun buat kita frustrasi karena gagal terus. Resolusi berisi daftar panjang yang berisi mimpi tidak realistis yang dengan semangat dilakukan HANYA selama 2 minggu pertama. Lalu, setelah itu, ah sudahlah. BYE!

Apakah Anda memiliki resolusi? Apakah Anda memiliki tujuan besar yang ingin dicapai dalam hidup? Apakah itu sungguh bermakna bagi Anda?

 

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, gua di awal tahun 2015 frustrasi dengan resolusi, dan menginginkan hal yang baru dan luar biasa.

Resolusi gagal karena mengandalkan willpower atau kekuatan keinginan manusia yang terbatas.

Resolusi yang berhasil butuh lebih dari sekedar willpower manusia.

🙂

Ya seperti biasa, kita melakukan introspeksi diri, evaluasi, refleksi, meditasi, berdoa.

Kira-kira hikmat yang gua peroleh setelah berdoa dan kontemplasi adalah ketimbang bikin-bikin itu daftar resolusi tahunan yang sulit banget dicapai,

“buatlah jargon hidup Anda.”

Instead of making a resolution,
make your personal life jargon!

 

Ketimbang bikin daftar resolusi yang sulit dicapai, buatlah pernyataan misi atau pernyataan dari nilai-nilai hidup Anda atau (gampangnya) JARGON HIDUP!!

#repetisi biar nancep di otak

Gampang, bukan?

Buat jargon atau motto atau slogan atau ya buatlah quote untuk diri Anda sendiri 🙂 satu kalimat yang powerful akan lebih meaningful!

Tentu bikinnya ga bisa ngasal. Kenapa?

Karena kita mau sesuatu yang lebih berkuasa daripada willpower, sesuatu yang lebih dalam lagi. Sesuatu yang menggetarkan pikiran, emosi, jiwa, bahkan mungkin Roh kamu (serius loh).

*

So, tiga poin utama yang akan membantu Anda:

1. Siapa diri Anda sebenernya? Bagaimana karakter Anda hari ini?

Coba lihat kebiasaan hidup (your habits) Anda setahun ke belakang, lihat bagaimana Anda mengambil keputusan (decision making process), lihat bagaimana respons Anda saat menghadapi masa keemasan dan masa kegelapan (responses in good times bad times), lihat nilai dasar (values) Anda dalam mengambil keputusan, lihat bagaimana Anda menentukan prioritas (life priorities) dalam hidup, dan lihat dasar dari apa yang Anda percayai selama ini (belief system). It means

Who are you and where are you right now?

Kesimpulan Anda di no.1 bisa mewakili karakter Anda selama ini. Untuk menjelaskan poin demi poin di atas bisa panjang banget, coba renungkan dulu ya. Direnungkan dan dituliskan akan lebih bagus.

2. Lalu, kemana Anda mau pergi? Mau jadi apa Anda?

what’s your ultimate goal in life?

Apa yang ingin Anda capai yang bersedia Anda tukar dengan seluruh kehidupan Anda?

Jadi no 1 jelasin karakter kamu sekarang ini (today) dan no 2 menunjukan arah tujuan utama (future). Kedua no tersebut sangatlah penting. ah iya perenungan adalah suatu proses terus-menerus, bukan suatu hasil akhir. Jadi feel free to readjust your life goals and or habits or values.

3. Bagaimana caranya Anda bisa sampai ke tujuan hidup Anda? Tuliskan dalam satu kalimat

Buat statement/deklarasi yang bisa membawa Anda dari no1 ke no2. Jadi yang dilakukan di no3 adalah gimana caranya bisa lari ke no2 dari no1. Easier said than done, coba lihat di no1: habits, decision making, values, priorities, responses, and beliefs Anda.

Lalu coba jawab kalo no1 itu dibiarin gitu aja bakalan jadi ke nomer 2 gak?

Kalo gua pribadi, jawabannya ENGGAK.

Terbongkarlah kebiasaan-kebiasaan buruk/tidak penting, kecenderungan kita dalam mengambil keputusan, nilai-nilai yang secara sadar/tidak sadar kita pegang, prioritas yang tidak jelas, dan kepercayaan yang tidak benar. Well, kepercayaan ini kompleks banget loh (lebih dari sekedar kepercayaan as in religion/agama/GOD), berhubungan sama nilai juga.

Contoh kepercayaan saya adalah kekayaan/hal yang ada di dalam dunia ini ga akan pernah bisa memuaskan manusia. Karena itu saya menjadikan kekayaan sebagai alat mencapai tujuan, bukan sebagai tujuan akhir. Mengenai kepercayaan, pengalaman masa lalu yang pahit yang juga bisa menahan potensi kita. Percaya kalo pengalaman masa lalu menjadi kebenaran dan identitas diri itu perlu ditanggulangi

(Puji Tuhan dulu sempet ikutan retreat Heritage Camp dari Sion Ministry dimana saya bisa dibebaskan dari pengalaman masa lalu/trauma yang buruk, pemahaman gambar diri yang salah, mengampuni kesalahan orang lain, dan berdamai dengan diri sendiri dan Pencipta..)

Ada yang percaya uang adalah segalanya, ada yang percaya juga kalo dirinya tidak sanggup meraih apapun, percaya kalo dirinya tidak layak memperoleh hal yang baik. OH GOD ini kompleks banget. Well we can discuss lah via komen, at least you get the big ideas first.

**

So setelah perenungan dan doa, jargon saya untuk hidup di 2015 adalah

“Take more risks and make more mistakes” ~sandro

take more risks make more mistakes
take more risks make more mistakes

Anyway itu quote original blom ada yang ngomong hahaha silakan di googling!

Jadi ini ngebantu saya untuk berjalan ke tujuan utama dengan membentuk karakter saya melalui tindakan aktif. Jadi jargon gua ini mempengaruhi:

a. kebiasaan/habits (gak lagi males-malesan pasif harus jadi proaktif, jadi cenderung risk taker, gak banyak overthink, jadi lebih berani, lebih action oriented, berani gagal, berani mencoba, gak gampang nyerah hajar terus sampe bisa, membiasakan diri terima kritik teguran masukan)

b. pengambilan keputusan/decision making (pilih A atau B yang susah gua ambil, yang bikin takut gua ambil, gak berlama-lama ambil keputusan, cepat mengambil keputusan lama mengubah pikiran setelah ambil keputusan)

c. respons/responses in good times bad times (karena tau kita banyak bikin salah dan akan bikin banyak kesalahan, respons akan lebih terkontrol ketika di atas biasa aja, ketika di bawah juga biasa aja, respons terhadap kesalahan orang lain jadi positif banget)

d. nilai dasar/values (jadi risk taker, jadi lebih pemaaf, juga jadi belajar minta maaf, juga jadi belajar terbuka terima masukan dan kritik, melihat kegagalan jadi suatu pembelajaran, mulai beranjak dari sifat perfeksionis)

e. prioritas/life priorities (ketika berjalan menuju visi, kita tidak semakin melakukan banyak hal karena kita semakin fokus, butuh keberanian dan ketegasan untuk menolak hal yang baik untuk mendapatkan hal yang terbaik)

f. kepercayaan/belief system (punya pemahaman benar tentang identitas diri kalo saya bukanlah orang gagal, keberhasilan tidak diukur dari pencapaian atau dari apa kata orang, Tuhan yang sudah mengampuni luar biasa jadi gua gak berjalan dengan rasa bersalah dan juga gak nyalah-nyalahin orang)

anyway dasar untuk f saya di atas salah satunya ini

Therefore, I tell you, her many sins have been forgiven—as her great love has shown. But whoever has been forgiven little loves little ~Luke 7:47

Jadi, barangsiapa yang diampuni Tuhan banyak akan mencintai Tuhan banyak. Ketika gua ngeliat gua banyak banget salahnya gini, well, jadi ngerti mahalnya “harga” dari pengampunan dan kebaikan Tuhan hehehe

***

I tell you 2015 WAS REALLY REALLY REALLY AWESOME and more meaningful than before!!! I don’t need resolutions at all hahahahhahaa.

well, i took more risks, i did a lot of mistakes, and i learnt a lot from it. Sedikit contoh pribadi: gua lepas Honda Jepang untuk pekerjaan yg terbaik, gua juga gak ngambil offer Bank BCA untuk ikutan rekrutmen proses di Sekuritas. Waktu itu orang tua udah stres karena gua sotoy banget ninggalin yang udah “baik” dan “pasti” untuk sesuatu yang gak pasti dan yang gua percaya yang terbaik

(baca juga 2 cara mengubah pengalaman terburuk menjadi yang terbaik)

Di waktu cari-cari pekerjaan seru banget banget banget man. Emang sih pake jargon yah, tapi ya itu man, kita butuh sesuatu yang lebih kuat dari sekedar willpower. Gua baca Alkitab dan tulisan ini berbicara keras banget dan jadi dasar gua dalam mengambil risiko..

Have I not commanded you? Be strong and courageous. Do not be afraid; do not be discouraged, for the LORD your God will be with you wherever you go. ~Joshua 1:9

Gua pribadi yah, percaya banget kalo Tuhan pegang kendali, jadi misalkan gua salah mengambil keputusan atau jalan yang salah, gua yakin Tuhan bisa intervensi dan perbaiki kesalahan gua. Jadi jiwa gua tenang dan damai ketika eksekusi jargon nya hehe. Take risknya juga dalam mengambil keputusan mempunyai hubungan yang baru hehehee. Dan masih banyak lagi 🙂

****

Emang ketika jargonnya bener-bener dari hati, or even dari Tuhan, bukan cuma dari pikiran manusia yang terbatas, nanti akan terjadi perbaikan secara masif dan terarah. Anyway pada akhirnya gua jadinya berhasil melakukan resolusi di perjalanan tahun yang *THANK GOD* gua lakukan dengan baik.

Oh iya, goal dari tulisan gua ini adalah membantu Anda mengetahui kondisi Anda hari ini dan tujuan besar Anda di masa depan, juga membantu Anda bergerak ke sana dengan bikin-bikin jargon pribadi.

Anyway, kalo jargon gua mau lo pake silakan aja, tapi mungkin kurang powerful karena lo gak bikin sendiri dan mungkin gak sesuai sama karakter dan tujuan lo.

Karena setahun ini efektif pake ini jargon, yaudah aja gua pake terus deh jargonnya hehe entah sampai kapan. Nothing wrong with making a list of resolutions or to do list. But, you can make a more meaningful statement.

Ah iya satu lagi,

pengembangan diri bukanlah tujuan hidup Anda,

tapi tujuan hidup Anda mungkin membutuhkan pengembangan diri di area tertentu.

*ah gua jadi pengen ngebahas jebakan dari pengembangan diri ah later!

Jadi apa pernyataan misi atau jargon Anda untuk tahun 2016?

Beri tahu saya mengenai resolusi (hahaha) atau jargon Anda di tahun 2016 ini di komentar bawah ya, feel free untuk diskusi juga ^^

Happy 2016! GOD bless you!

[SHS December 31, 2015]

You may like other posts>>> words to say to your past and one thing you must do in this Christmas

 

Iklan

8 pemikiran pada “Tahun Baru: Resolusi sudah basi! Yang satu ini jauh lebih berarti

  1. Monica Santoso

    Baru baca artikel ini di dekat pertengahan tahun 2016, semoga belum terlambat untuk bikin poin 1,2, dan 3.. Thank you for this superb post!! God bless you.

    Disukai oleh 1 orang

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s