Puisi: Terlalu Dangkal

Swallowed up.
Terdengar jelas bunyi desiran ombak. Sungguh terasa lembutnya aliran air berjalan menyisipi sela-sela jari kaki. Naik dan turun. Kadang basah, kadang kering. Kadang basah, kadang kering. Basah, lalu kering. Diam di tempat untuk sekian detik. Sekian menit. Sekian jam. Dengan kaki telanjang yang siap diguyur ombak. Dengan harapan jangka panjang, hati dan pikiran rindu dipermandikan dengan air hidup.

Lanjutkan membaca “Puisi: Terlalu Dangkal”

Iklan

Pelangi tanpa harus menunggu hujan

This is not “the rainbow after the rain”. Ini bukan pelangi sehabis hujan..

Anda pasti sudah pernah dengar kata-kata: “There always be a rainbow after the rain”. Pasti ada pelangi sesudah hujan reda.

Banyak pihak menggangguk setuju atas kata bijak tersebut, termasuk saya. Tapi, memangnya pelangi hanya Lanjutkan membaca “Pelangi tanpa harus menunggu hujan”