3 Cara Mengatasi Overthinking

overthinking

Hi, Anda suka overthinking?

Mau tahu 3 cara praktis and powerful mengatasinya?

Ya saya juga sering overthinking.

Saya juga sama seperti Anda, berpikir terlalu banyak..

Mengenai banyak hal, well, mengenai banyak sekali hal..

Karena overthinking, gua sempet sampe insomnia, stress, and nyaris depresi. Sampe ketemu sama psikiater loh..

Yes. It is okay..

Saya ingin share 3 langkah praktis untuk mengatasi overthinking.

(dengerin juga versi audio/podcast dari artikel ini click di >>https://soundcloud.com/1persenprogres/3-cara-mengatasi-overthinking)

Anyway, don’t worry, saya ga akan kasih tips super impractical and ngegampangin yg dulu pernah saya terima:

Overthinking? yaudah aja gausah dipikirin, susah amat sih..

in other words

obat dari kebanyakan mikir ya kurang-kurangin mikirnya..

hahahaha

I hate that too.

Ini semuanya practical dan powerful!

So, guys check this out!!

1. Terima diri Anda apa adanya! It’s OKAY to overthink!

Ini dasar terpenting dari semua tips yang akan saya share. Ingat kalau overthinking hal yang normal. It is OKAY, so OKAY to overthink! Remember that..

Kesalahan terbesar para pemikir or overthinker adalah menolak realita bahwa Anda berpikir sangat banyak dan mungkin sangat keras.

Jadi berpikir keras dan mencoba sangat keras untuk tidak berpikir dengan keras juga. Wew jadinya stress kan..

Kalau iya mikir terlalu banyak, terus gimana?

First of all,

accept yourself.

Terima diri Anda, terima kebiasaan berpikir Anda! Jangan dilawan, jangan ditolak, love and accept yourself as it is!

Lho, katanya mau mengatasi, tapi kok malah diterima?

Nah, di buku “the gift of being yourself”, ditulis (udah gua paraphrase yah) kalau kita berani menerima diri kita (secara spesifik kebiasaan buruk/kelemahan), kita akan memiliki KUASA untuk mengatasinya.

Menarik. Jadi makin dilawan and makin ditolak overthink, kita jadi makin ga berdaya..

And inget kalau kita ga menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya, bagaimana bisa kita berharap orang lain menerima kita? leading to other problem nih..wkwk

So, it is okay to overthink. Love yourself unconditionally and accept your overthinking habit.

You are wonderful just the way you are!

2. Jangan mencoba untuk tidak berpikir, tapi berusaha lah untuk memperjelas pikiran2 Anda..

Jadi tadi udah terima diri apa adanya. OK untuk punya kebiasaan banyak mikir.

Terus?

Okay sekarang kita akan go deeper. Proses ini akan menyenangkan dan membantu Anda mengenal diri sendiri dan bahkan makin mencintai diri sendiri.

Perjelas isi pikiran Anda.

Ada yang bilang

thought are not clear enough until it is written

(anyway gua lupa siapa yg ngomong)

Jadi pikiran harus (salah satunya) dituliskan agar bisa semakin jelas.

Nah kenapa harus di perjelas?

Ya ini bagian dari menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya. Pertama kita sudah menerima kalau kita cenderung overthink, nah kedua kita mau menerima isi dari pikiran kita.

Nah di sini bedakan dua hal: 1) overthinking (kegiatan berpikirnya) 2) thoughts (isi pikirannya).

Kalo pikirannya ga jelas, ya gimana bisa menerima? Yes you get it.

Ada yang bilang juga terkait dengan kejelasan ini

answer appears when the problem is clear -Keith henline

Gimana cara memperjelas pikiran kita? (oh iya ingat ini tujuannya untuk memperjelas isi pikiran kita yah, bukan untuk menghakimi ini pikiran kita).

Ada beberapa cara menurut gua yang bisa membantu memperjelas isi pikiran kita.

Ingat ketika pikirannya makin diperjelas, Anda mungkin akan kaget dan mungkin merasa kurang nyaman.

Well, that’s one part of the process.

Beberapa cara yaitu.

a. menulis

Well ya tulis aja semua yang ada di pikiran. terserah pake tangan atau ngetik di komputer/smartphone.

Menurut gua, dan kata beberapa riset, kalo nulis pake tangan lebih powerful karena gerakan motoriknya membantu dalam releasing thoughts and emotions.

Kalau mau googling lagi, coba cari keywordnya “reflective writing”. Awalnya mungkin canggung, tapi bakalan sangat membantu.

Anyway please remember, tulis semuanya sesuka hati lo like no one’s reading it. This is for you! Makin terbuka makin mantap.

b. Bicara

Kalo yang kurang cocok sama nulis, mungkin lebih seneng ngomongin isi pikiran secara lisan.

Nah kita bisa ngomong ini sama orang. Kita bisa minta waktu dari seorang rekan yang bersedia memberikan telinga and waktu. or kalo niat, ya lo ke psikolog or psikiater.

Nah, ketika mencoba mencurahkan pikiran ke seseorang, ingatkan pendengar untuk DIAM sepenuhnya ketika Anda bicara dan setelah bicara. Well, tujuannya bukan konseling, tapi supaya pikiran jelas.

Atau, ya karena ngomong sama orang lain kadang kurang cocok. Just talk and record yourself. Yaudah ngomong aja sendirian dan rekam!

Gua pribadi biasa ngomong sama orang atau ngerekam diri sendiri (that’s why gua mulai ngepodcast hehe, kl mau denger please comment).

Kalo agak canggung, ya tentu lakukan di kamar tertutup, pakailah headset, dan start recording!

Anggap aja lagi siaran radio, and Anda adalah host sekaligus pembicara utamanya. Dengan pertanyaan kunci: “Apa yang sedang Anda pikirkan?”

c. Gambar

Ya ini sebenernya cuman cari medium lain untuk mengekspresikan isi pikiran. Kalau nulis and ngomong kurang cocok, ya mungkin cobain aja digambar.

Karena mungkin isi pikirannya sangat visual, atau terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Ini bisa jadi sangat abstrak atau malah well structured. Kalo gua ngegambar yang super abstrak sih belum pernah. Tapi kadang ngegambar flowcharts diagram gitu sih jadinya.

Ya or maybe ada cara lain untuk ekpresikan isi pikiran?

d. Meditasi

Nah ini juga powerful.

Menurut gua lumayan advance karena kalo yang di atas itu kan you bring thoughts into reality kan, kalo meditasi pikiran tetep jadi pikiran tapi kita perjelas.

Jadi intinya ya kita meditasi. Tenangkan diri terlebih dahulu.

Beberapa step singkat yang saya biasa lakukan: duduk nyaman dengan postur tegap namun relax, menutup mata, fokus dalam bernafas perlahan, hirup dalam dan hembuskan dalam perlahan-lahan.

Ketika sudah tenang dan tubuh sudah rileks. Kita bisa mulai biarkan pikiran mengalir bebas. Nah meditasi yang saya lakukan bukan mengosongkan pikiran, tapi membiarkan diri berpikir dengan lebih jelas.

Masalah gila dari overthinking adalah overthinking mengenai overthinking itu sendiri (you can say overthinking-ception LOL). ini cycle yang bikin stress..

Di sesi meditasi yang terpenting adalah menerima kegiatan berpikir dan menerima isi pikirannya. Jangan dilawan, diterima dulu yah.

Karena dalam penerimaan penuh kita punya jadi tahu pola dan kecenderungan pikiran kita sehingga kita punya kuasa mengatasinya.

Anyway saya biasa melakukan meditasi sebelum berdoa ya. Karena kadang kita mau berdoa susah, ya gimana pikirannya ga tenang and kemana-mana.

So, take a deep breathe and relax..

**

So ya Anda bisa menulis, bicara, menggambar, dan meditasi untuk bisa memperjelas isi pikiran Anda.

Ya ketahuilah isi artikel ini terlalu sedikit untuk menjelaskan setiap detail. If you are interested to know more, saya bisa bantu dengan nulis lebih detail atau nanti melalui workshop yah

Anyway, ini akan bermanfaat and powerful kalo ini segera dilakukan ya. Cukup tahu aja tidak akan mengubah apa pun, harus take action! oh yeah.

3. Do something about your thinking..

Jadi dari nomor 1 dan nomor 2, kita jadi tahu lebih jelas apa isi pikiran kita dan kalau sudah berulang kali kita jadi bisa mengetahui pola berpikir kita.

Sebenarnya cara 2 yang memperjelas isi pikiran sudah banyak membantu Anda mengatasi overthinking.

Salah satu yang mungkin dirasakan (kalo belum dilakuin, stop now and do it) biasanya lega.

Kita seperti akhirnya bisa mendengarkan diri sendiri. Lalu dengan segala isi pikiran yang jujur, kita juga jadi mengenal diri sendiri lebih baik.

Beberapa pikiran yang biasanyamuncul secara repetitif mungkin akan sirna dengan sendirinya. Ada juga yang bersifat ide2 briliant, unfinished business, kekuatiran masa depan, memori masa lalu, pertanyaan2 yang sulit dijawab, pertanyaan dalam pertanyaan, dan sebagainya.

Contohnya kayak, wow ternyata gua berpikir kayak gitu yah? (when you dig deeper and deeper) and gua mikir kayak gitu tuh karena A, b, C and itu ketika A b c.

or ternyata gua suka banget mikirin x, y, z nah itu tuh ternyata mengganggu banget karena bla bla bla.

Well, di cara ketiga ini, kita akan menindaklajuti pikiran yang sudah kita terima apa adanya dalam bentuk yang lebih jelas.

Saya asumsikan Anda sudah melakukan cara ke-2. Lalu Anda sudah bisa melihat pikiran Anda.

Saya tidak mencoba untuk memilah-milah/compartmentalize isi pikiran Anda secara MECE (Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive), tapi hanya sekedar simplifikasi aja supaya mudah diterapkan.

Secara umum menurut saya ada 2 kategori besar yang membagi isi pikiran kita yah.

a. Constructive/Destructive

b. Actionable/Not-actionable

So jadinya kita punya 4 tipe pikiran berasal dari 2 kategori tsb, yaitu: Constructive actionable, constructive notactionable, destructive actionable, and destructive not-actionable.

Bedainnya gimana? Well use your own judgment yah.

Ya intinya gua suggests untuk selesaikan/menggantikan semua destructive thoughts ya karena itu merusak Anda. Gua percaya kalo pikiran bisanya itu digantikan, sulit dihilangkan (mau contoh? COBA JANGAN BERPIKIR mengenai gajah warna pink polkadot JANGAN PIKIRIN)

Contoh pikiran yg harus diganti: pernyataan jelek mengenai diri, keinginan melakukan tindakan destructive, pikiran dendam benci dll, ya you can get the picture.

Pikiran or mindset yang salah sebaiknya digantikan dengan yang benar. Ini bisa beragam banget. Intinya pikirkan pikiran yang membangun dan membawa kehidupan.

Contohnya “gua overthink kesel banget sama omongan A soalnya dia merendahkan gua, gua marah dalam diri karena tersinggung, i want to kill him, etc. trus dia bla bla bla”.

Dari contoh ini, kalo gua akan memperbaiki dengan:

1. memperjelas menegaskan ke diri sendiri identitas diri (saya ini berharga dan mulia di hadapan Tuhan),

2. mengampuni orang tersebut (karena kita jg bisa bikin salah tanpa disengaja),

3. mengingatkan diri punya pilihan untuk move on dan tetap bahagia (I say to myself God is in control dan everything works together FOR my good)

Banyak sekali contoh dan beragam solusinya. please kindly share di comment isi pikiranmu..

Kalau kayak gua ini salah satunya overthink sama ide-ide briliant yang ga ada habisnya muncul. Nah ya solusinya ya harus dikerjain!

well, ya I just did it and you are reading it right now. oh yeah.

Mikirin suatu ide atau hal untuk dilakuin? Lakukan aja! (listen to my podcast yang take action)

YES TAKE ACTION!!!

Actionable means controllable. Jadi ya kalo beberapa hal di luar kontrol kita ya kita harus belajar menerima itu dan move on. Ya mau gimana, emang dengan mikirin sesuatu terus terus bisa berubah dan memberikan hasil berbeda?

Sekarang habit pikiran gua adalah: hope for the best, while also be able to embrace the worst, and then move on with peace and joy.

Salah satu chart yang membantu (konsep nya dari serenitt prayer)

source: rebrn.com

Terapannya bisa banyak dan beragam. Intinya do something about your thinking! yesss Anda akan tidak akan stuck lagi, tapi hidup lebih hidup, oh yeah!!

***

Conclusion.

I am so blessed by writing this for you. Yeah gua pribadi dulu sempet nulis setiap hari numpahin pikiran gua, tapi sekarang lebih sering meditasi karena lebih praktis.

Karena overthinking, gua sempet sampe insomnia, stress, and nyaris depresi. Sampe ketemu sama psikiater loh.. (nanti gua share kalo mau tau) but gua kurang rekomen psikiater ya..

Well okay jadi ada 3 cara mengatasi overthinking:

1. Terima diri Anda apa adanya! It’s OKAY to overthink!

2. Jangan mencoba untuk tidak berpikir, tapi berusaha lah untuk memperjelas pikiran Anda..

3. Do something about your thinking..

Thanks for reading this article dear awesome reader. Please kindly like and share pengalamanmu dalam mengatasi overhinking atau lebih bagus lagi kl sudah ngelakuin 3 cara di atas ya!

Hope it helps.

God bless you! You are awesome!

*note: tolong cantumkan sumber bila share ke media lain ya..

(dengerin juga versi audio/podcast dari artikel ini click di >>https://soundcloud.com/1persenprogres/3-cara-mengatasi-overthinking)

[SHS-29 April 2018]

Iklan

9 pemikiran pada “3 Cara Mengatasi Overthinking

  1. Samuel christians

    Bang, kamu harus tahu, saya sdh kali kedua baca yang ini! haha. Kesan pertama: blak blak blak blak (kaya di lucuti gtu) utk pemulihan haha.
    Kesan kedua: trimakasih mengingatkan kembali!

    Aku juga termasuk org yg overthinking. Apa aja dipikirin. Misal, dlm sebuah komunitas, aku pny visi yg mantap. Setelah dikomunikasikan ke rekan” dan rekan” ga acc itu or biasa aja nanggepin pemikiran aku itu. Aku langsung kehilangan arah. Ga tau lg cara jalan kedepan. Memimpin kedepan dsb. Klo kejadian kek gini terjadi berulang kali. So buat aku g brani lg menyatakan visi/ide ke org” yg sama. Ya sy mengira: “ah pasti sperti ini lagi!”

    Jadi, membuatku prasangka. Ga take action dr pemikiran2 baru. Asyik ketika dikeramaian. Namun ketika sndirian mikirin mikirin dan mikirin. Oh yeah sy stress. Sempat menyalahkan diri pribadi.

    Oia juga bang, dr hal sperti; menulis, menggambar dan meditasi. Aku sbnrnya lbh cocok ke menulis dan meditasi..

    Tapi ud satu bulanan lbh jarang bgt nulis. Meditasi jg. Pdhl klo meditasi dan nulis aku jd ddingin utk selesaikan mslh gtu. Ya thx utk mengingatkanku kembali bang.

    Aku berteeriak pd diriku: jangan malas nulis dan jangan lupa perjelasan pikiran yg salah melalui meditasi!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah manta djiwa nih, Bang Sandro! Aku juga orangnya gitu sampe-sampe pas baca dari tadi tanpa sadar ngomong “ini aku banget!”. Sering banget terlalu mikirin banyak hal trus gak bisa fokus ke satu hal dan malah parahnya gak nemuin keputusan/jalan keluar apa-apa, jatohnya jadi uring-uringan karna gak ada take action. Ini tulisan ngebantu banget. Gbu!

    Disukai oleh 1 orang

  3. Agree, bang. Aku sendiri sediain 1 buku khusus untuk pertanyaan2 yang sifatnya njelimet dan 1 utk anxiety, insecurity dll. Dan bantu bgt sih krn saat nulis itu jadi kereview dengan jelas pikiran2 tsb sehingga aku bisa lihat dg lebih clear masalahnya (kadang sampe jadi chart juga mengenai gambaran hubungan pertanyaan 1 dg pertanyaan lain dan gmn solvenya) atau dg lebih rasional gt. Jadi ngerti how to deal with those questions or feelings. Setuju bgt, overthinking bukan hal yg salah kok, asal pikiran terarah memilah yg controllable dan uncontrollable, dan tau harus ngelakuin apa setelahnya.

    Semoga byk yg baca blog post ini dan terbantu!

    Disukai oleh 1 orang

  4. Iya ampun, pagi2 buka e-mail, buka kotak masuk iklan & notifikasi (yg biasanya gak pernah, pertama masih bingung sih, knp ada e-mail masuk ke e-mail ini krn cuman dipake buat ngelamar kerja 😂) terus baca kata ‘overthinking’, lgsung dh aku buka. Dan ini tuh aku banget!!! Seolah2 writer-nya lagi ngomongin diriku sendiri hahah.. Aku juga suka nulis isi pikiranku sendiri, krn aku bukan tipe org yang suka ngeluarin isi pikiran dgn ngomong ke orang lain. Biasanya suka nulis mulai dr masalah yang aku pikirin, kendalanya apa, manfaat & resikonya apa, trs solusinya gimana, targetnya apa, dikerjakannya kapan dll. Dan pd saat nulis itu, aku bakal punya 2 pribadi (positif & negatif), jadi si trouble maker sekaligus motivator buat diri sendiri, Ngasih pencerahan ke diri sendiri, kalo dipikir2 lucu sih suka ngomong sm diri sendiri.. Dan bedanya aku, aku bukan org yg gampang ngeluarin ide2 brilian. Makanya makin pusing krn org yg gk kreatif2 amat, malah banyak mikir buat nyari ide2. 😂 Mungkin kamu bener, ada baiknya kita nerima diri kita sendiri yg overthinking. Aku slama ini suka banget maksa diri sendiri biar nggak overthinking, n u know-lah 😂 semakin dipaksa malah semakin overthinking. Kadang suka kesal sama diri sendiri knp nggak ngebiarin semuanya mengalir apa adanya, knp nggak kyk org lain aja yg bs nyantai tanpa hrs mikir byk. Imsomnia, stress ituudh kyk kebiasaan dh.. 😁 Aku pikir hal baik dr orang yg overthinking itu adalah kita bisa diandalkan utk ngerencanain/mengkordinir sesuatu. Karena org yg overthinking itu juga bakal mikirin hal2 sampai mendetail. Banyak sih sisi positifnya, biarpun negatifnya jg ada, tp selama kita punya pikiran positif, it’s okay to overthink.

    Artikelnya bagus 👍 GBU..

    Disukai oleh 1 orang

    1. wow thanks for reading.
      komentar Anda bener2 kasih saya semangat buat saya nulis lebih lagi.

      yes, inti nya supaya berani menerima diri sendiri apa adanya.
      thanks for reading and giving comment

      Cheers

      Suka

  5. Halo Bang Sandro! Thank you for writing this. Tulisannya membantu banget buat saya 🙂 Anw I’d love to read if you share more about your experience dealing with your mental health. God bless you!

    Disukai oleh 1 orang

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s