Kayaknya ada yang lebih lagi deh?

Masak sih hidup cuman kuliah, kerja, cari uang banyak, nikah, punya anak, trus mati?

Kala itu kami sedang istirahat maghrib di kelas bimbel. Rekan2 muslim tentu meninggalkan kelas utk sholat.

Saya masih di kelas dengan beberapa rekan. Di saat kami lelah belajar dan hanya istirahat, saya sembari selonjoran asik merenungkan hal2 yang sejak lama menempel di pikiran.

Oh iya, musim2 mau lulus SMA semua siswa sibuk belajar untuk mendapat perguruan tinggi impian. Demand nya sungguh besar hingga bisa jd industri yg menguntungkan. Am i correct?

Lantas, kenapa harus PTN? Ya logika sederhana: sekolah lebih bagus, peminatnya banyak jadi yang diterima hanya yg terbaik saja, lalu yg diterima itu akan mendapat ilmu yg lebih baik dan yg terpenting “brand” dari kampus tsb. Industri kerja cenderung lebih memilih lulusan dari perguruan terbaik ya kan

Niscaya brand dari kampus ternama dapat memberikan  peluang lebih baik untuk mendapat pekerjaan terbaik (memang tidak selalu gaji yg lebih baik).

Potensi untuk mendapat pekerjaan dan penghasilan itu juga secara tak langsung meningkatkan nilai tawar dalam mencari pasangan (oh come on?).

Calon mertua pasti nanya: dia kerja apa sih? Or lulusan dari mana? (Tidak selalu terjadi kok, tapi iya kan?)

Ah jadi ngalor ngidul..

Okay, singkat kata, orang2 setengah mati mau masuk PTN dan mau capek2 belajar di bimbel itu karena potensi2 yang ditawarkan oleh brand PTN.

Potensinya kalo saya generalisir dan simplifikasi adalah: untuk hidup yang lebih baik.

Pekerjaan yang lebih bagus. Uang bisa lebih banyak. Karir lebih baik. Jejaring lebih kuat. Dapat pasangan idaman. Keluarga bahagia. Anak2 sehat disokong oleh fasilitas, gizi, dan sekolah yg lebih baik.

Segitunya sampai2 kami2 ini berbinar2 saat lihat kampus idaman. Saat ngliat alumni2 bercerita pengalamannya.

Bahkan sampai2 pengajar di bimbel saya waktu itu kasih jargon:

“PTN bukan segalanya, tapi segalanya bisa berawal dari PTN.”

CIE. Hahaha.

Pikiran saya melanglang buana entah kemana.

Teman saya lg asik main hape lg bingung bales apa ke gebetannya.

Saya interupsi dia sejenak dan melontarkan pertanyaan:

“Kalo kita dapet PTN or kampus idaman, terus kerja banyak duit, punya istri dan anak, trus mati
Nah trus udah gitu aja ya?

Kayaknya ada yg lebih deh dari sekedar kuliah-kerja-kaya-nikah-beranak-mati.

Dia berhenti ngetik sms (belom ada LINE or Whatsapp). Nengok ke saya bentar barang 2 menit. Lalu kembali lagi smsan, trus ngomong:

“Ya terus emang kayak gimana dong hidup yg lebih itu?”

[SHS]

Iklan

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s