2 cara mengubah pengalaman terburuk jadi yang terbaik

 

Kita semua punya pengalaman buruk. Tapi respons kita akan menentukan segalanya.

Fire tests gold and silver; a person’s reputation can also be tested. – Proverbs 27:21

Di siang yang cerah nan sejuk di Bandung, tepatnya di kontrakan Tubagus Ismail, saya menerima telpon untuk interview kerja.

“So congratulation Sandro you passed the first selection process of DBS Management Associate program. Right now we will conduct a phone call interview.

I will give you one question, then you can think for 1 minute. After that you can answer it for 5 minutes. Is that clear?”

“Yes, please go ahead.”

“What is the worst experience you ever had in your life?

It could be the most painful and heartbreaking moment in your life.

Tell me how bad the experience is, the cost from the tragedy, and how you reacted to it.”

(Okay. Jadi gua belum nemu emot or meme yang pas buat momen ini. Mungkin kayak ada ledakan2 bom gitu ya?)

#DUARRRRR

*

Lalu dimulailah 1 menit perenungan tentang hidup masa lalu. Luar biasa. Puji Tuhan.

Momen heart breaking masi nempel di pikiran. Ya sains bilang otak kita mengingat kejadian menyakitkan lebih kuat daripada kejadian menyenangkan.

Tapi kita masih bisa ambil keputusan yang tepat ya, ga boleh kalah sama peristiwa hidup. Kalo tau keinget bikin sakit ya jangan diinget2 terus #easiersaidthandone

Satu lagi sains bilang kl otak menerjemahkan sakit hati itu sebagai sakit fisik. Jadi jangan heran badan kita sakit luar biasa.

 

* *

“I have the answer. Can I start now?”

“You still have time to think, but sure, please answer. You have 5 minutes.”

“The worst experience in my life is when I lost IDR 100 millon in my last business.

It was due to bad business decision. The root problem is that I was greedy. I wanted to make a lot of money quickly.

I was fully responsible for the event and I have managed to pay half of the debt. I will finish the debt payment after I have a paid job.

I learned a lot. A LOT. About profesionallism, business, mentality, my core values, and the most important thing is that it helped me to know that I have to go into financial industry. That’s why I applied to your company.

It opened my eyes about my inner self and it revealed my future. That painful moment made me stronger and better in many ways. Thank God for it.”

Abis itu ditanya2 lagi sama interviewer and gua lanjut ke tahapan selanjutnya.

And you must know that I am not from rich family. That was heavy and I had to deal with it by my own.

* * *

Nah jadi sebenernya momen paling menyakitkan (waktu itu) adalah yang lain tapi ga mungkin kan gua sebut di interview LOL.

Jeng jeng jengggggg

Yaitu:
Ditolak sama perempuan yang udah gua doain and deketin selama 5 tahun.

#DUAR #DUAR

Ah rekan2 deket gua udah tau banget nih haha.

At that moment, it was not a mature love. I was infatuated (mabuk cinta). It is worse than “falling” in love. Itu adalah keadaan orang udah suka banget cinta banget trus jadi irasional. (Pernah?)

Masalahnya kalo infatuated uda broken. Broken nya berkeping2 ga ada ampun ga pake saringan. HAHAHAHAHA.

Clue: gua ga bisa tidur 3 hari, teriak2 di air terjun deket kost, nangis mewek sambil berdoa, OMG sakitnya ya ampun banget banget banget banget……

Clue lagi: sempet juga merasa ga terima keadaan dan kenyataan (wah ini nih bisa bahaya), marah, emosi, benci, kecewa, dengki, depresi, apalagi?

Lanjut. Momen pas gua ditolak: powerful and meaningful. Kenapa? Itu mengubah hidup gua.

Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways.

– Proverbs 20:30 GNT

Di konteks percintaan, bukti udah move on adalah ketika Anda bisa mendoakan beliau dengan pasangannya dan bersyukur tulus atas kejadian itu. #perihbro #tapiharus

Sing: no turning back, no turning back..

Anyway masih banyak sih pengalaman2 painful kayak “dibantai” di organisasi, ditolak banyak perusahaan, gagal dapet beasiswa S2, dll dll. Ya lumayanlah bisa jadi tulisan buat kamu 🙂

* * * *

Lalu gimana supaya kita bisa mengubah kejadian buruk menjadi pembelajaran bahkan batu loncatan?

1. Miliki perspektif yang tepat.
2. Berikan respons yang tepat.

 

1. Memiliki perspektif yang tepat

A) Kita harus yakin bahwa segala sesuatu yg menimpa kita sudah Tuhan maksudkan untuk kebaikan.

“He knows us far better than we know ourselves….
That’s why we can be so sure that every detail in our lives of love for God is worked into something good.”
Romans 8:26‭-‬28 MSG

Ini lebih dari sekedar positive thinking. Akar dari berpikir positif adalah percaya kepada Tuhan yang baik (coba baca buku asalnya The Power of Positive Thinking by Norman V Peale)

Tuhan pegang kendali. Dia baik dan sungguh sayang sama kamu. Jadi pikiran positif itu sebenernya cuma efek samping dari percaya kl Tuhan baik dan Dia pasti buat segalanya baik 🙂

B) Kita bisa mengenali dan mengendalikan perasaan kita

Sakit? Banget.
Perih? Apalagi.
Terluka? It’s bleeding right here!

Ya, kita manusia kan punya perasaan..

Tapi, kita tidak boleh dikendalikan perasaan!.

Hancur? Well,

kita ditumbuk supaya menjadi lembut,
bukan supaya menjadi hancur.

Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.
Amsal 20:30 TB

Emang letting go ga mudah dan ga secepat itu tapi ga jadi alasan untuk kita pundung, ngambek, dan depresi berkepanjangan, kan?

C) Masa depan Anda penuh harapan

For I know the plans I have for you,” says the Lord . “They are plans for good and not for disaster, to give you a future and a hope.
Jeremiah 29:11 NLT

Yes yes yes yes yes!
Don’t give up! Yessss!

Mungkin kita enggak ngerti caranya, ceritanya, logikanya bagaimana peristiwa pahit ini atau orang “jahat” itu bisa membawa kebaikan,

Tapi, Tuhan punya rancangan yang baik dan masa depan penuh harapan!

Ga ngerti gimana caranya?
Sama!
Tapi Tuhan baik dan punya rancangan baik.

Ini udah terlalu parah, kacau, hancur lebur, ga bisa diselamatkan lagi!!
Tapi Tuhan sungguh berkuasa dan sayang kamu banget.

Eh, apa masih ada alasan-alasan logis lainnya?

2. Memilki respons yang tepat

A) Stop mengasihani diri sendiri, bersyukurlah dan fokus pada solusi!

Yes, we must stop doing pity party

Please deh,
Karena dia hidup aku jadi hancur

Adalah statement yg sungguh kasihan. Menyalahkan orang lain atau suatu kejadian sungguh tidak dewasa.

Apabila benar itu salah orang lain, Anda masih punya kuasa untuk mengambil respons yang tepat, seperti mengampuni, memberi koreksi, dan mencari solusi.

Apabila kerusakan sudah terjadi, kita masih bisa bersyukur dan memperbaiki yang masih tersisa.

Don’t wasting time complaining for the things you’ve lost and forgetting the things you still have.

Betul atau betul?

B) Jangan reaktif dengan melakukan hal yang merusak

Membenci, menyesal, dan segala bentuk turunannya yang negatif itu (ngata2in, terus mikirin, caci maki, bakar foto, balas dendam, block FB WA LINE IG, dll dll) justru merusak diri kita sendiri dan tidak memperbaiki keadaan.

Membenci orang lain tuh kayak minum racun tapi ngarep oknum tersebut yang mati. #comeON

Balas dendam tidak mengubah keadaan, justru memperkeruh yang sudah ada. Apalagi bunuh diri.

OMG, Anda sungguh berharga dan sangat disayang sama Tuhan lohhhh. Chill down and get some help.

C) Berdoa, berserah, dan minta tolong sama Tuhan

Easier said than done?
Let us be humble and let God’s will be done.

Let’s ask God for healing, forgiveness, and restoration.

Create in me a clean heart, O God, and renew a right {Or steadfast} spirit within me. – Psalms 51:10

Emang susah bahkan terasa mustahil kalo menghadapi kejadian buruk or kepahitan pake kekuatan sendiri. Bersyukur Tuhan baik banget mau memulihkan kita.

Saya ga tau apa yang menimpa Anda, tapi saya yakin ini bisa membantu Anda.

* * * * *

Last but not least, kalimat si Ayub pas dia kehilangan semua hartanya, keluarga, bahkan nyaris kehilangan hidupnya akan menguatkan Anda:

But He (GOD) knows the way that I take; when He (GOD) has tested me, I will come forth as gold.
Job 23:10 NIV

(kayaknya ga ada yang separah Ayub kan?)

Kalau masih kurang juga,

WOY
JANGAN LEMBEK!!

[SHS]

Apa pengalaman terburuk yang menghancurkan atau membangun hidupmu?

Mari diskusi di bawah.
Sharing is caring.

Iklan

8 pemikiran pada “2 cara mengubah pengalaman terburuk jadi yang terbaik

  1. Ping-balik: H+42 – Memories in a glass box

  2. Keep writing sandro! Failures always come for the people who set his life expectation high. I am glad so many people like you keep inspiring other. Walau gw islam gw ga ada masalah sih lo ngequote dr bible. Tetap semangat dan stay on the track that you choose!

    Disukai oleh 2 orang

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s