Cerpen: suara kelegaan itu terdengar jelas dan nyata

In the shower
let us see what i could get by this 15 minute writing..

Bruk, Klek” Pintu itu tertutup lembut, sempat mengaduh sejenak. Setelah itu hening. Yang terdengar setelah itu hanya suara dari atas.

Ngung….ngung…” Suara itu muncul dari atas kepalaku, itu suara kipas, suara exhaust fan. Bunyi menderu agak rendah, sedikit mengganggu kalau saya coba dengarkan terus, namun yang saya salut bunyi yang dihasilkan sangat konsisten.

Sama konsistennya seperti bunyi hair dryer, sama juga seperti bunyi laptopku. Anehnya bunyi laptopku bisa lebih ribut. Kipas laptopnya seperti berteriak kesal 4,5 tahun dipaksa kerja rodi dengan perawatan hampir tidak ada.

Jadi ingat. Sempat belajar tentang frekuensi suara dan gelombang otak. Saya tidak sempat googling sekarang mencari tahu secara detail itu apa. Yang pasti suara yg seperti itu, seperti yang dihasilkan kipas, konsisten pada frekuensi tertentu dapat memberi efek menenangkan di otak. Ada testimoni yang bilang bayinya yang nangis bisa tenang saat ibu nya sedang mengeringkan rambut (pake hair dryer loh yah).

Aku duduk pasrah saat itu. Seperti menyerahkan diri pada gravitasi, mempersembahkan hadiah ke bumi pertiwi. Kayaknya bodoh banget duduk tapi tidak bebas. Mata ini menjelajahi seisi ruangan, mencoba meraih apa yang tangan ini tidak bisa raih. Itu wangi apa yah? Sepertinya baru. Atau saya yang kurang peka pada sekeliling jadi tidak tahu kalau ada yang baru sudah hadir sejak lama.

Ada suara lain. Kali ini tidak konsisten. Jauh dari konsisten. Campur aduk, bertabrakan. Saling bertumbuk. Suara dalam kepalaku ternyata lebih riuh lagi. Ramai juga. Perlu keterampilan seorang mandor proyek besar untuk menenangkan para pekerja kasar pikiran dalam kepala ini. Ada seorang yang berteriak mengenai deadline, yang satu berteriak mengenai mimpi, disambut kekuatiran, disambut pengingat untuk berdoa, disambut apa kata orang, disambut rekam jejak lama yang isinya buruk dan agak buruk. Setelah yang buruk ini disuruh tenang barulah terdengar yang baik. Sama yah seperti di dunia, yang baik kadang diam saja, atau memang sih bersuara tapi tidak terdengar.

Peperangan di kepala saya hentikan sejenak. Ada yang lebih penting harus diprioritaskan. Aku menekan tombol itu, ah dua-duanya saja lah aku tekan.

Fleuwshhhhheeeurrrrrrebbbbbb….

AH, LEGA []

2 Februari 2014

Iklan

Hey, what's your opinion? Be the first to speak up!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s